Aspek Fungsi, Estetika dan Psikologi Dalam Desain Interior Klinik

masterbedroom 1
Desain Interior yang Cocok untuk Renovasi Rumah Bogor
project_mr_hadi (3)
Rencana yang sangat dibutuhkan untuk Renovasi Rumah

Aspek Fungsi, Estetika dan Psikologi Dalam Desain Interior Klinik

desain_interir_klinik

Klinik dokter rata-rata memiliki desain interior yang membuat pasien merasa jenuh bahkan tegang saat. Setiap ruangan di dalamnya tak jarang minim dekorasi, ornamen, dan juga hanya menggunakan warna putih full yang kaku. Yang terpajang umumnya juga hanya lemari besar, rak majalah, laci, kalender, dan beberapa poster bertema kesehatan.

Padahal, menurut kami susasana setiap ruangan dalam klinik harusnya mampu menciptakan suasana yang nyaman dan tenang karena pasien kebanyakan datang dengan perasaan yang cemas dan keadaan yang kurang fit. Jika klinik didesain dengan pas tanpa meninggalkan nuansa medisnya, hal ini diharapkan dapat membuat pasien merasa lebih nyaman saat menunggu antrian maupun saat bertemu dokter.

Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam desain interior klinik untuk menciptakan kesan nyaman dalam ruang praktek dokter di antaranya adalah tipe furnitur, pencahayaan, dan ornamen-ornamen dinding. Pilihlah pencahayaan yang terang tetapi memberikan kesan yang hangat. Furnitur utama dalam ruangan adalah tempat duduk maka pilihlah tempat duduk yang nyaman dan empuk dengan jumlah yang cukup banyak sehingga para pasien yang mengantri semuanya mendapat tempat duduk. Tetapi Anda juga perlu memperhatikan luas ruang praktek, jangan sampai kursi atau furniur lainnya menghalangi mobilitas dokter maupun pasien.

Untuk ornamen, sebaiknya pilih gambar berdesain kreatif dan menyenangkan. Berisi himbauan secara umum bukan justru menakuti pasien dengan fakta – fakta medis terkait penyakit tertentu, apalagi jika ditambah dengan foto penderita penyakit tesebut. Hal itu tentunya bisa berdampak negatif terhadap psikologi pasien yang sedang sakit.

Warna klinik tidak melulu harus berwarna full putih, namun bisa sedikit dikombinasikan dengan warna-warna cerah. Karena hal ini dapat mempengaruhi psikologi pasien untuk membantu proses penyembuhannya. Kombinasi warna ini tergantung dari poli apa si pasien akan berkunjung, jika poli anak maka warna cat ruangan sebaiknya dibuat warna-warna yang cerah dan terang.

Kendati estetika dan desain sangat penting namun kebutuhan teknis dokter dan staf klinik juga tidak boleh diabaikan. Di sinilah solusi inovatif perlu dipikirkan. Bagaimana setiap ruang dapat dirancang tidak hanya sekadar mengedepankan estetika dan kenyamanan pasien, namun juga secara fungsional dapat memadai. Desain interior semacam itu akan mampu memberikan dorongan positif dan sugesti tak hanya terhadap pasien tapi juga bagi para dokter hingga staf.

Jadi intinya adalah, pendekatan desain interior pada klinik ataupun pusat-pusat perawatan medis membuktikan sejauh mana hubungan psikologi dan desain. Sebagaimana tujuan desain interior itu sendiri, rancangan interior adalah soal memperbaiki fungsi, estetika dan juga psikologi ruang.