Masalah Seputar Lantai Bangunan (2)

desain ruko minimalis
Desain Ruko Minimalis Banyak Diminati Masyarakat
konsultan arsitektur
Konsultan Arsitektur Interior Designer

Masalah Seputar Lantai Bangunan (2)

masalah seputar lantai

 

MASALAH SEPUTAR LANTAI BANGUNAN (2) :

Mengatasi Tile popping di Rumah Anda

 

Tile popping (keramik terangkat) adalah masalah yang lazim dialami. Tile popping sering terjadi karena beberapa hal antara lain karena beban pada lantai yang terlampau berat sehingga ubin melengkung, getaran yang sangat kuat, retak pada beton atau fondasi. Penyebab lain yang paling sering terjadi adalah karena pemuaian udara dibawah ubin yang diakibatkan semen yang tidak padat atau pemasangan yang salah. Penggunaan adukan manual atau dilakukan oleh tenaga manusia yang tidak merata dapat mempercepat terangkatnya keramik ketika terjadi pergeseran tanah. Ciri cirinya adalah permukaan lantai tidak datar dan bila diinjak lantainya ambles.

masalah seputar lantai

Lantai juga seringkali mengalami permasalahan akibat perubahan cuaca, dimana hal ini biasanya diakibatkan oleh pergeseran tanah. Bila terjadi pergeseran tanah permukaan, biasanya pelapis lantai dari keramik terangkat. Faktor berpengaruh lainnya adalah kualitas perekat keramik yang tidak stabil.

Lantai yang terangkat sangat mengganggu. Selain suaranya keras, pecahan keramiknya juga membahayakan penghuni rumah. Tampilan ruang pun jadi tak karuan. Tile popping sering terjadi di lantai atas dari suatu bangunan.

Berikut tips mencegah tile popping, diantaranya :

Pemasangan keramik lantai dilakukan dari bagian tengah ke bagian tepi yang berbatasan dengan dinding. Beri jarak antara lantai dan dinding sekitar 2 mm sebagai ruang bagi memuai dan menyusutnya keramik. Ruang memuai dan menyusutnya tersebut berguna ketika keramik memuai, karena perbesaran volumenya masih dapat ditampung oleh jarak tersebut sehingga lantai tidak akan terangkat.

Pemasangan keramik sebaiknya terakhir setelah beton mengalami penyusutan/setelah stabilnya struktur beton. Perlu diketahui lepasnya keramik setelah pemasangan kurang lebih 3 bulan sampai 3 tahun, maka hal ini bukan dikarenakan keramiknya, melainkan deformasi lantai.

Pada celah antara keramik dan dinding dapat juga dipasangi bantalan karet atau busa agar tampilan lantai lebih rapi. Karena sifatnya, karet atau busa ini akan mampu menampung perbesaran volume yang dihasilkan saat keramik memuai.

Hal yang harus diperhatikan juga dalam pemasangan keramik adalah nat. Dahulu orang menggunakan campuran semen dan pasir untuk mengisi celah antar keramik. Karena tampilannya kurang menarik maka dipakai semen putih atau diberi pewarna. Jenis inilah yang banyak digunakan orang karena umumnya mereka berpikir bahan tersebut adalah bahan yang pas untuk mengisi nat. Pengisi nat dari bahan dasar semen dan pasir bukannya tanpa masalah. Semen bersifat getas sehingga hubungan antar keramik menjadi kaku. Jika terjadi pergerakan pada saat muai susut, hubungan antar keramik tidak bisa mengikuti perubahan tersebut. Akibatnya pengisi nat mudah retak.

Gunakan adukan berkualitas bagus. Campuran semen dan pasir yang tidak rata menyebabkan daya rekat adukan terhadap keramik berkurang. Sebaliknya, dengan kualitas adukan yang kurang baik, saat terjadi pemuaian sedikit saja, adukan tidak dapat menahan terangkatnya keramik. Produk khusus untuk adukan keramik dapat dipilih karena campurannya lebih konsisten dan mengandung bahan aditif yang meningkatkan daya rekat.

Namun bilamana keramik yang terangkat kondisinya cukup parah, lepaskan keramik pada bagian yang rusak dan pasang keramik baru dengan menggunakan semen atau perekat keramik khusus agar daya rekatnya bisa lebih maksimal.

Jika anada membutuhkan bantuan kami, silahkan menghubungi kami melalui kontak yang tertera.